Manfaat Kanopi Pohon Dalam Mereduksi Polutan Udara

Manfaat Kanopi Pohon

Secara umum, transportasi diartikan sebagai perpindahan barang/orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat, maka aktivitas transportasi pun juga meningkat. Transportasi sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan turut menentukan perkembangan suatu wilayah. Dengan adanya transportasi yang lancar, maka distribusi barang dan jasa akan semakin mudah.

Namun, tidak selamanya aktivitas transportasi berdampak positif. Aktivitas transportasi yang tidak dikendalikan dapat memberikan akibat negatif, seperti dampak terhadap lingkungan. Di daerah perkotaan, sektor transportasi merupakan kontribusi terbesar polusi udara. Salah satu upaya untuk mengurangi masalah tersebut diantaranya penggunaan bahan bakar dan mesin-mesin yang berpolutan rendah pada kendaraan bermotor.

Sedangkan untuk polutan yang sudah terlepas ke lingkungan, dapat dikurangi dengan adanya penggunaan vegetasi. Jalur hijau jalan, merupakan sebuah alternatif untuk ruang terbuka hijau yang efektif bagi kota, terutama dalam mereduksi polusi udara akibat kendaraan bermotor.

Dengan metode GIS, menggunakan prangkat lunak ArcView 3.2 ekstensi CITYgreen 5.4, kemampuan pohon dalam mereduksi polutan di udara dapat dianalisis melalui pendekatan berdasarkan luasan kanopi pohon. Hasil analisis yang berupa satuan massa Pounds (lbs) dan nilai nominal dalam mata uang U.S Dollar ($) , diharapkan dapat memberikan gambaran kepada pemerintah dan pemahaman kepada masyarakat tentang fungsi dan manfaat pohon, terutama dalam kaitan mereduksi polutan di udara.

Selain itu, terdapat Tree growth model yang digunakan untuk memprediksi pertumbuhan kanopi di masa yang akan datang yang kemudian dianalisis kembali menggunakan CITYgreen 5.4, sehingga dapat diketahui perbandingannya. Berdasarkan hasil analisis CITYgreen 5.4, polutan udara yang dapat direduksi oleh kanopi pohon adalah sebesar 565,63 kg atau senilai dengan penghematan biaya sebesar Rp 29.481.600,-.

Perbandingan dengan udara ambien, kemampuan pohon dalam melakukan pembersihan polusi di udara ternyata tidak cukup untuk menjerap jenis polutan partikel. Sehingga luas penutupan kanopi pohon yang awalnya 5,82 ha, setidaknya perlu ditingkatkan luasannya minimal menjadi 6,33 ha atau menambah 0,51 ha luas kanopi pohon. Peningkatan kanopi sebaiknya dilakukan pada titik-titik yang memiliki tingkat polutan tinggi dengan kondisi pohon yang relatif minim.

Pemilihan vegetasi diharapkan lebih mengutamakan jenis tanaman yang baik dalam mereduksi polutan partikel. Semakin cepat penghijauan, maka semakin baik pula dirasakan, terutama dalam pemulihan kadar polutan udara ambien dan mengantisipasi seiring dengan peningkatan jumlah transportasi untuk periode ke depannya. Peningkatan luas kanopi pohon pada tree growth model untuk 30 tahun kedepan sebesar 43,47%, tentu mempengaruhi kemampuan pohon dalam melakukan pembersihan polusi di udara.

Semakin tinggi jumlah polutan yang dapat diserap/dijerap oleh pohon, maka dampak negatif yang ditimbulkan pada lingkungan sekitarnya akan semakin rendah pula. Hal tersebut memberikan dampak positif berupa pengurangan biaya eksternal untuk hal-hal yang disebabkan oleh polutan bila tanaman tidak mereduksinya. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kembali penghijauan kota guna mengimbangi polusi udara yang tinggi dan sosialisasi terhadap masyarakat tentang pentingnya manfaat pohon dalam ekologi kota.

Sumber : http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/49891